Home Berita Damai Komunitas Ruang Sastra Unimed Gelar Pelatihan “Lebih Dekat dengan Prosa”

Komunitas Ruang Sastra Unimed Gelar Pelatihan “Lebih Dekat dengan Prosa”

Komunitas Ruang Sastra (Korsas) menggelar pelatihan menulis dengan tajuk “Lebih Dekat dengan Prosa” pada Sabtu (21/9). Pelatihan tersebut merupakan salah satu program kerja komunitas untuk menambah bekal ilmu kepenulisan calon anggota Korsas angkatan 2019. Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB di kampus Universitas Negeri Medan itu dihadiri oleh Badan Pengurus Harian dan para calon anggota Korsas.
Pelatihan berlangsung dalam dua sesi. Pada sesi pertama yang bertindak sebagai pembicara adalah Mhd. Ikhsan Ritonga, mahasiswa prodi Sastra Indonesia Unimed stambuk 2016. Materi yang dibahas mengenai pengertian prosa, jenis-jenis prosa, bagaimana mendapatkan inspirasi, dan tahapan publikasi. Beliau menjelaskan prosa merupakan karya sastra yang terus terang disampaikan kepada pembaca, dan prosa terbagi dalam dua jenis, pertama: prosa lama berupa hikayat, legenda, fabel, foklor, mitos, dongeng dan lain sebagainya, dan kedua: prosa baru yaitu kritik, resensi, esai, cerpen, dan novel.


Sebagai seorang mahasiswa, beliau sudah lama bergelut dalam dunia kepenulisan dan telah menghasilkan banyak karya. Karya beliau kerap muncul di media cetak, online dan juga sudah mempunyai buku tunggal. Beliau menegaskan dalam menulis karya sastra perlu dihindari pandangan yang mengatakan seorang penulis senang, suka, atau lebih baik menyendiri.
“Seorang penulis yang baik itu harus bisa membuka diri untuk berdiskusi dengan orang lain karena jika tidak demikian ide yang kita gali tidak akan berkembang dan akan terus seperti itu tanpa ada perbaikan,” tuturnya.
Sebelum mengakhiri ceramahnya, beliau sempat menyinggung soal publikasi. Hal yang harus diingat agar tulisan berhasil dilirik media adalah karya dengan isi yang padat, jelas, dan tidak bertele-tele.
“Karya yang kita kirim bukan untuk membuat redaktur berfilsafat memaknainya, artinya karya kita harus benar-benar jelas dan mampu dipahami,” katanya sambil berkelakar.
Sesi kedua dibawakan oleh Alda Muhsi, Alumnus Sastra Indonesia Unimed tahun 2015. Materi yang disampaikan mengenai proses kreatif dalam menulis cerpen. Beliau memaparkan bahwa amunisi seorang penulis adalah membaca, dan kreativitas seorang penulis dimulai dari cara melihat atau menulis sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan orang.
“Prinsip dasar kreativitas adalah bagaimana kita mampu melihat sesuatu dengan sudut pandang baru, yang tidak dilihat kebanyakan orang. Dan dalam menulis kita memerlukan amunisi dengan cara banyak-banyak membaca,” terangnya.
Alda Muhsi adalah seorang penulis yang saat ini menggeluti dunia Writerpreneur dengan konsentrasi menjadikan penulis sebagai profesi bergengsi. Beliau mengajak semua yang hadir untuk menyadari bahwa seorang penulis mempunyai peluang besar dalam setiap lini bidang pekerjaan.
“Mungkin awalnya kita ragu dengan pilihan kita menjadi penulis, padahal kita hanya belum menyadari bahwa seorang penulis sangat dibutuhkan di setiap lini pekerjaan. Kita juga bisa menghasilkan uang dari menulis. Dengan menulis kita bisa menjadi pengusaha. Makanya jangan malu dan berkecil hati, jadikan penulis sebagai profesi bergengsi,” pungkasnya.
Di akhir pertemuan, Voni Septiani, selaku koordinator bidang prosa berharap para peserta dapat memahami materi yang disampaikan dan dapat mengaplikasikannya dalam perkuliahan, serta dapat menyelesaikan “mampu prosa” sebagai tahap seleksi menjadi anggota Korsas.
“Dengan diselenggarakannya pelatihan ini diharapkan para peserta khususnya para calon anggota Korsas dapat mengaplikasikan materi ini dalam perkuliahan yang dijalani dan juga untuk menyelesaikan “mampu prosa” sebagai tahap seleksi masuk menjadi anggota Korsas angkatan 2019,” tutupnya.

Pewarta: Angela Yurmani Giawa
(Sahabat Duta Damai dari Unimed)

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More