K-Pop Menggila! Kemendikbud Tiru Korsel Bentuk Wajib Militer Untuk Mahasiswa

Jakarta/Dunia K-pop secara mengejutkan menjadi angin baru bagi hiburan dunia. Terlebih di masa pandemi, masyarakat memilih drama korea sebagai alternatif menghilangkan rasa bosan ketika WFH.

Sebagian masyarakat memilih secara acak judul drama atau artikel yang mereka baca di internet mengenai ulasan beberapa orang yang sudah menonton terlebih dahulu.

Hal ini memicu banyak masyarakat yang belum mengenal Korsel menjadi sibuk membicarakan, termasuk sistem militer yang mereka jalankan.

Korea selatan menjadi satu dari banyaknya negara di dunia yang memberlakukan Wajib Militer bagi warga laki-lakinya yang sehat juga berusia kisaran 18-28 tahun.

Dalam sebulan terakhir, masyarakat Indonesia menerima berita bahwa wacana pemberlakuan Program Bela Negara yang salah satu caranya adalah memasukkan program Pendidikan Militer dalam SKS perkuliahan yang akan diikuti oleh mahasiswa.

Hal ini menimbulkan polemik di kalangan masyarakat.

“Nanti dalam satu semester mereka bisa ikut pendidikan militer, nilainya dimasukkan dalam SKS yang diambil. Ini salah satu yang sedang kita diskusikan dengan Kemendikbud untuk dijalankan. Semua ini agar kita memiliki milenial yang tidak hanya kreatif dan inovatif tetapi cinta bangsa dan negara dalam kehidupn sehari-harinya,” kata Wamenhan Wahyu Sakti Trenggono sebagaimana dikutip dari  www.kumparan.com (19/8/2020).

Kemendikbud juga memberikan pernyataan yang menjadi angin segar terhadap rencana itu. “Mahasiswa dapat mengambil program komponen cadangan dengan mengikuti pelatihan yang disiapkan Kemenhan dan jika memenuhi syarat ketika lulus akan mendapatkan gelar sarjana dan juga menjadi perwira cadangan.”

Hal ini juga disambut baik oleh Komisi I DPR Christina Aryani yang menyatakan sistem ini dibutuhkan untuk menangkal radikalisme hingga intoleransi yang menyerbu generasi muda penerus bangsa.

Berbeda pernyataan komisi X DPR Syaiful Huda menilai ideologi nasionalisme dan cinta tanah air perlu ditanamkan di kalangan anak muda, namun Komponen Cadangan adalah untuk mengajarkan bela negara bukan pendidikan militer bagi mahasiswa.

“Paham nasionalisme saya kira bagi anak muda kita menjadi sangat penting. Aspek itu urgent banget karena itu saya mendukung sebenarnya. Tinggal nanti diformulasikan Kemendikbud dengan Kemenhan seperti apa. ini kan konteksnya bukan Wamil(Wajib Militer)” pernyataan Syaiful dikutip dari Asumsi.co (18/8/2020).

Admin

Tinggalkan Balasan