Eksistensi Tokoh Pahlawan pada Generasi Muda

Di era digitalisasi saat ini masih banyak generasi muda saat ini yang tidak mengenal tokoh pahlawan. Kecenderungan generasi milenial dalam menggunakan teknologi untuk mengakses medsos. Hal ini didukung juga kurangnya daya baca dan rasa ingin tahu. Oleh sebab itu, ada kecenderungan, bahwa generasi milenial lebih suka mendengarkan musik dan hang out asik bersama teman-temannya. Maka tak mengherankan bila banyak kafe atau tempat nongkrong lainnya yang ramai dikunjungi oleh anak muda zaman now karena itulah kehidupan sosial mereka.

Selanjutnya, kabar baik masih bisa kita baca dari survei Litbang Kompas pada kaum muda pada 2018. Hasil survei menunjukan bahwa pahlawan kemerdekaan masih diingat oleh generasi milenial. Ketika ditanyakan siapakah yang disebut pahlawan? Jawabannya, 49% adalah para pejuang kemerdekaan, 36% tokoh popular, 9,6% tokoh agama, 3,5% tokoh imajiner yang diproduksi industri, 2,5% berjasa bagi rakyat, 1,3% bermanfaat, dan 0,2 % menjawab tidak tahu. Meski para pejuang kemerdekaan mendapat jawaban 49%, jumlahnya secara keseluruhan masih di bawah 50%. Artinya, generasi milenial menafsirkan pahlawan lebih luas, tidak sebatas tokoh pejuang kemerdekaan. Generasi milenial mengajukan tokoh dan penafsiran pahlawannya sendiri (beritasatu.com).

Penafsiran milenial tentang pahlawan seharusnya diajarkan dalam buku pelajaran sejarah, bahwa pahlawan tidak harus tokoh perjuang kemerdekaan. Tapi bisa setiap individu yang memberikan sumbangan positif bagi masyarakat, kemanusiaan, lingkungan hidup, pendidikan dan bidang lainnya. Uniknya, meski pejuang kemerdekaan mendapat angka tertinggi sebagai pahlawan, justru tidak tercermin ketika ditanyakan pada kaum muda tentang nilai-nilai kepahlawanan.

Generasi milenial hidup dalam lingkungan sosial dan budaya digital yang terkoneksi secara global, dan menjadi sumber informasi dalam memandang dunia. Dunia yang berubah dan tantangan yang dihadapi telah membentuk persepsi milenial tentang kepahlawanan. Figur pahlawan masa lalu, belum tentu cocok untuk tantangan generasi milenial saat ini karena diangap kurang relevan dengan zamannya. Seharusnya sebagai generasi penerus bangsa, kita harus lebih dalam mengetahui sejarah tentang tokoh pahlawan yang pernah ada. Salah satunya yaitu dengan banyak membaca. Dengan demikian, kita dapat mencegah dari masalah yang pernah terjadi.

Admin

Tinggalkan Balasan