free page hit counter

𝗦𝗜𝗔𝗣𝗔 𝗦𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗝𝗔𝗗𝗜 𝗚𝗨𝗥𝗨

Menjadi seorang guru bukan hanya sekadar mengajar melainkan mendidik peserta didik. Artinya, yang diajarkan oleh guru bukanlah pengetahuannya saja, guru juga turut membina akhlak siswa tersebut sehingga setiap siswa memiliki ilmu maupun akhlak yang baik.

Belakangan, rumor persoal gaji guru yang minim mulai mencuat ke publik bahkan persoal hitungannya, perjam yang dibayarkan dihitung satu bulan gaji. Lalu, ada banyak dari kita mempertanyakan, “Sejahterakah?”

“Cukupkah sebulan?”
“Mending resign aja deh.”
“Mending cari sekolah yang gedean dikit biar gede juga didapat.”
“Mending kuliah lagi, kerja di kantor.”
“Mending buka usaha deh.”
Bahkan yang mencoba menjatuhkan dan tidak yakin dengan apa yang kita kerjakan juga banyak.

Bagi aku yang sempat jadi kaum mendang mending ini juga mempertanyakan bahkan rasa lelah dan menyerah juga sempat berputar-putar di kepala.
Pertanyaannya, “Jadi resign gak? Kemarin kuliah lagi mau coba kerja di perusahaan? Yakin?”

Ada hal menarik setelah mediasi dengan diri sendiri. Kembali memikirkan.
Kembali merenungkan.
Sudah sejauh apa perjalanan yang dilalui.
Sudah berapa banyak siswa yang berhasil dan berterima kasih kepada kita atas pelajaran yang didapat. Ditambah lagi ketika aku melihat teman-teman sudah berhasil dan mematahkan perkataan orang-orang di luar sana. Menjadi sangat yakin kalau apa-apa yang kita kerjakan dengan ikhlas dan kita cintai akan berkah nantinya.

Lantas, kenapa mau jadi guru kalau nominalnya tidak seimbang?

Menjadi guru bukan soal nominal yang didapat. Tapi bagaimana kita bisa bermanfaat buat generasi kita saat ini. Justru dengan kebermanfaatan yang kita berikan kepada mereka, akan menjadi nilai tambah dan berkah amal jariyah untuk diri kita.

Default image
Duta Damai Sumut
Articles: 36

Tinggalkan Balasan