Belum lagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara secara resmi berlakukan New Normal, kita sudah melihat suasana di Sumut kembali ramai. Jalanan yang awalnya sepi, kini sudah mulai dipadati kendaraan, baik pribadi maupun umum. Sebenarnya pemandangan tersebut sudah terlihat sejak beberapa hari menjelang Idul Fitri, banyak masyarakat yang melupakan kondisi pandemi ini hanya demi memuaskan hasrat berlebaran (beli pakaian baru, mudik colongan, dan sebagainya). Padahal kalau kita lihat esensi Idul Fitri sendiri adalah kembali suci, baik lahir maupun batin. Nah, bukankah dengan menjaga diri di tengah wabah Covid-19 menyerang artinya kita sedang menjaga kesucian diri?

Kita melangkah ke depan, pascalebaran. Sejak pemerintah pusat mengumumkan akan menerapkan New Normal fase pertama pada 1 Juni 2020, seolah-olah semua wilayah diizinkan untuk melakukan kegiatan seperti biasa, padahal penerapan New Normal tersebut hanya berlaku di wilayah-wilayah tertentu. Di Sumut sendiri sebanyak 15 kabupaten/kota yang diizinkan beraktivitas normal kembali, selebihnya masih harus tinggal di rumah, dan keluar untuk memenuhi kebutuhan pokok. Tapi nyatanya, aturan tersebut tidak dijalankan dengan baik.

Apa yang kemudian menjadi dampak dari kebebalan tersebut? Kita bisa melihat grafik kasus Covid-19 di Sumut merangkak naik. Sampai artikel ini ditulis jumlah pasien yang dinyatakan positif covid-19 melalui tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di sumut sudah mencapai 872 orang, PDP sebanyak 157 orang, dan meninggal 60 orang. Data dan fakta inilah yang menjadi pertimbangan dan acuan Pemprov Sumut mengkaji penerapan New Normal bersama dengan DPRD dan diteruskan ke menteri kesehatan.

Saat ini, kepatuhan masyarakat terhadap aturan pemerintah dan protokol kesehatan menjadi kunci penentu agar penerapan New Normal bisa dijalankan sesuai dengan perencanaan tanggal 1 Juli mendatang. Semoga saja beberapa hari ke depan kita sebagai masyarakat bisa benar-benar menyingkirkan kebebalan kita dan mematuhi aturan pemerintah, sehingga grafik kasus Covid-19 di Sumut bisa pelan-pelan menurun karena salah satu syarat penerapan New Normal dari WHO adalah transmisi Covid-19 telah dikendalikan.

Teks: Alda Muhsi